Diecast MotoGP

Documentation's

PERMEND

Kekuatan Rasa.

Cartoon Animation

Link : http://www.thiyarz.com/2011/12/gif-dan-animation.html Atau http://www.thiyarz.com/2012/03/kumpulan-vectorkarikatur.html.

Rabu, 21 September 2011

Valentino Rossi Stylish

Valentino Rossi, Keren Tak Hanya di Trek
Apa definisi stylish bagi seorang Valentino Rossi? Rasa haus akan adrenalin adalah salah satunya. Baginya, keren tidak hanya di atas trek. Penampilan juga penting.

Rekor telah berbicara sendiri mengenai kehebatan Rossi di atas trek. Tujuh gelar juara, yang mana hanya kalah dari Giacomo Agostini, dan 79 kemenangan di seri 500cc/MotoGP adalah bagaimana pria 32 tahun itu mendefinisikan hidupnya di level teratas dunia kebut-kebutan motor.

Tak sekadar menang, Rossi juga punya imagemenghibur. Balapan bukan hanya sekadar kalah atau menang. Baginya, balapan adalah sebuah tontonan dan sudah selayaknya kemenangan dilengkapi dengan gaya. Rossi menang dengan gaya.

Sisi flamboyan dan stylish itulah yang kemudian melekat di dirinya. Rossi sering tertinggal jauh lebih dulu sebelum menyalip lawannya satu per satu dan masuk garis finis duluan. Melakukannya pasti ada adrenalin yang meletup-letup.

"Rasa hausnya akan adrenalin sangat sempurna dengan image Oakley," ujar Scott Bowers, Global Marketing and Brand Development dari Oakley.

Well, bagi Rossi definisi stylish tak hanya dijabarkan di atas tunggangan. Kini, selepas balapan dan membuka helm, sebuah Oakley V46 Signature Series Holbrookmelengkapi gayanya.

"Saya memilih Oakley karena mereka mengekspresikan ambisi alami saya," ucap Rossi.

"Selain keberhasilannya memecahkan rekor, ia juga dikenal dengan sifatnya yang supel, dan style Oakley merepresentasikan kepribadiannya yang unik tersebut. Kami bangga Rossi bergabung dengan kami dan menjadi brand ambassador kami," tutup Bowers.

Oakley sendiri ingin berbagi pengalaman di lintasan MotoGP. Oakley Indonesia menyediakan 3 VIP trip untuk menyaksikan langsung MotoGP Malaysia pada 21 Oktober.

Rossi Siap Ubah Gaya Berkendara

Ubah Gaya Berkendara
Milan - Valentino Rossi masih terus berusaha menelusuri kenapa dirinya tidak kunjung tampil memuaskan bersama Ducati. Rossi bahkan siap menyesuaikan posisi duduknya di atas motor untuk menuai hasil lebih baik.

Di musi debutnya bersama Ducati, juara dunia tujuh kali di kelas primer tersebut baru bisa satu kali naik podium saat finis ketiga di Le Mans. 

Di balapan-balapan lainnya, Rossi lebih banyak berkutat dengan ketidakpuasan kendati sudah ada serangkaian perubahan yang coba dilakukan di tungganganya.

"Kami kalah dalam beberapa area-area yang aneh. Contohnya, dibandingkan dengan (Casey) Stoner kami jauh lebih lambat di trek lurus, dengan motor yang sama yang kami dapatkan dari tes pertama," aku Rossi diAutosport.

Berdasarkan perbandingan dengan mantan pembalap Ducati tersebut, Rossi pun kini mulai mempertimbangkan apa gayanya dalam menunggangi motor akan dapat memberikan perubahan positif yang dibidiknya.

"Kami harus memahami ini karena mungkin posisi berkendara seperti ini lebih cocok untuk pembalap yang lebih pendek dan kecil ketimbang pembalap jangkung seperti diriku atau Nicky (Hayden). Kami harus mencari tahu apa kami bisa membenahinya," jelas Rossi.

Ia juga mengaku kalau masalahnya dengan gaya mengendarai motor ini terlihat jelas di televisi. "Aku tidak merasa nyaman di atas motor, jadi kami telah berpikir untuk memindahkan berat dan jika Anda lihat di televisi, aku tidak berkendara seperti dulu. Terlihat jelas dari luar," simpulnya.