Diecast MotoGP

Documentation's

PERMEND

Kekuatan Rasa.

Cartoon Animation

Link : http://www.thiyarz.com/2011/12/gif-dan-animation.html Atau http://www.thiyarz.com/2012/03/kumpulan-vectorkarikatur.html.

Kamis, 08 September 2011

Rossi Pesimistis

Rossi Pesimistis Bisa Ulangi Aksi Stoner di Aragon 

Mugello - Pada 2010 lalu, MotoGP Aragon dijadikan Casey Stoner sebagai awal momentum untuk memperbaiki musim. Tapi Valentino Rossi mengaku takkan mudah mengulanginya bersama Ducati tahun ini.

Pada balapan di Aragon musim lalu, Stoner membuat terobosan setelah melakukan perubahan besar di bagian depan motor GP10 Desmosedici-nya. Ini menjadi kemenangan awal dari total tiga kemenangan Stoner di enam seri akhir musim 2010, setelah sebelumnya tampil tidak memuaskan bersama Ducati.

Musim ini adalah Rossi yang tak kunjung tampil apik bersama Ducati. Dengan MotoGP Aragon musim ini akan dihelat pada 18 September depan, Rossi tak ayal diharapkan bisa membuat kebangkitan serupa Stoner musim lalu.

Pekan ini sendiri Rossi dijadwalkan untuk menguji rangka alumunium di Mugello guna mengatasi ketidaknyamanan yang ia rasakan di bagian depan motornya sepanjang musim 2011. Namun, ia tetap tidak yakin akan langsung menemukan solusi mujarab untuk membalap di Aragon.

"Aku pikir tidak mungkin (menyamai Stoner dan memenangi balapan). Stoner tiba di Aragon dan praktis mengubah drastis musimnya," ujar Rossi di MCN.

"Stoner melakukan modifikasi itu dan melaju seperti setan, dan tanpa beban ia meraih hasil-hasil bagus. Ini bukanlah kritik untuk Casey karena saat ini aku tidak bisa seperti itu. Di Aragon kami (hanya) berharap bisa memangkas selisih," simpulnya.

DUCATI UNTUK ROSSI DAN NICKY

Ducati Mencari Konsistensi 

Bologna - Kepala tim teknis Ducati, Filippo Preziosi, mengakui bahwa timnya kini tengah bekerja keras untuk menciptakan motor yang lebih konsisten dalam balapan untuk Valentino Rossi dan Nicky Hayden. 

Hingga seri ke-13 musim ini, Ducati belum juga bisa bersinar. Rossi dan Hayden masih keteteran untuk menyaingi pembalap-pembalap Honda dan Yamaha. 

Sejumlah perbaikan dan inovasi telah dilakukan, salah satunya dengan mengenalkan Desmosedici GP11.1 untuk menggantikan GP11. Tapi, langkah tersebut juga tidak banyak membantu.

Akhir pekan ini, Ducati akan kembali mengetes motor GP12 yang mereka persiapkan untuk musim depan di Mugello. Dalam tes tersebut, Ducati akan mengevaluasi kemungkinan memakai rangka sasis aluminium.

Preziosi menegaskan bahwa fokus timnya saat ini adalah untuk mengembangkan motor yang bisa konsisten tiap lap.

"Dalam sesi pemanasan di Indy, Nicky membuat catatan waktu 0,3 detik lebih lambat dari pembalap tercepat. Ini tanda yang bagus karena itu berarti motor bisa melakukannya," ujar Preziosi di MCN.

"Tapi, masalahnya adalah itu cuma satu lap dan pada lap lain dia tertinggal 1,2 detik. Jadi, kami harus bekerja untuk memberikan sesuatu ke pembalap kami yang memungkinkan mereka menggeber motor secara maksimal pada tiap lap," bebernya.

"Jika batasnya adalah 100 persen, maka Anda harus terus bertahan di angka 99,9 persen. Kalau Anda cuma 99 persen, maka Anda satu eprsen lebih rendah dan itu adalah satu detik," tambah Preziosi.

"Jadi, kami harus membuat sesuatu yang memungkinkan pembalap konsisten dan terus mendekati batas secara aman. Mungkin , masalah utama motor kami adalah bukan soal batas, tapi soal memberi umpan balik yang tepat untuk pembalap," tandasnya.